Rabu, 04 Januari 2017

Perempuan Lagi....Perempuan Lagi... oleh Ulufi Khasanah Hasyim


Seorang teman berkata pada teman lain yang kebetulan istrinya baru saja melahirkan.
"Anaknya lahir laki-laki atau perempuan mbak?"
"ehm, Alhamdulillah perempuan lagi"
''perempuan lagi...perempuan lagi...(dengan nada kecewa karena anak yang 1 juga perempuan)
"Wah, mbak e rak pinter le nggawe ( wah, mbaknya gak pinter yang bikin)" seperti bakwan wae dibikin he...he...he...


Hem...sepele dumbo mungkin bagi kita berkata seperti itu tapi alangkah tidak bijaknya jika dikatakan pada teman yang mungkin menginginkan anak laki-laki, yang ternyata lahir perempuan. Apalagi kita, menyampaikan dengan nada yang kesal, kecewa menyayangkan hal ini bahkan memojokan yang ujung-ujungnya menyalahkan takdir walaupun dalam konteks bercanda.


Bukan tidak mungkin hal ini menyakiti teman kita bahkan sama dengan berkata "wah, Allah gak pinter yang bikin" astaghfirullahal'adzim,na'udzubillahimindzalik (jangan sampe deh, kita seperti itu). Maha suci Allah atas sifat ketidaksempurnaan. Padahal kita tahu Allah maha segala maha untuk menciptakan sesuatu dengan sempurna dan tentunya Dia mahatahu apa yang teman kita butuhkan bukan apa yang teman kita inginkan lho!. Oh ya, jadi ingat "boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu, boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak."


Alangkah indahnya andai kata-kata berbentuk perhatian itu dengan kata yang bagus, doa serta harapan
" Alhamdulillah ya mbak, perempuan lagi...semoga menjadi anak yang sholehah seperti Aisyah atau Khodijah,
laki-laki atau perempuan sama saja yang penting kita tetap bersyukur"

Bagaimana teman???

Senin, 17:1:11,12:30
uneg2 hati yang mengganjal beberapa hari belakangan ini 

Sahabat karibku, Ika Wijayanti oleh Ulufi Khasanah Hasyim*

Sebuah kisah masa kecil tentang persahabatanku dengan gadis cantik, tinggi besar, bermata sipit, berkulit putih halus, dan rambut ikal. Memang, diantara teman-temanku dia lebih menonjol karena kecantikannya, kepintarannya juga keramahannya dalam bergaul, dia juga tak pernah membeda-bedakan dengan siapapun termasuk diriku. Kami bersahabat sejak SD tepatnya aku tak tahu kelas berapa karena kita sekelas dari kelas 1 sampai 5 tapi yang aku ingat, mulai akrab dengannya kelas 3. Atas dasar apakah kami berteman? Entahlah, kami merasa cocok yang pasti, dia selalu memberiku makanan, mentraktirnya juga meminjami alat tulis. Ah, gadis kaya yang cantik serta baik hati, pikirku. Soal penampilan jangan sandingkan dengan diriku ya kawan, dia adalah anak terapi dikelas kami, bajunya harum dan disetrika licin, bersepatu putih Att berlampu merah kerlap-kerlip dibagian tungkainya jika berjalan. Dan aku pernah berkhayal kapan punya sepatu sebagus itu dan berlampu? Sedangkan penampilanku ha...ha...ha...seragam merah putih yang kumal karena tak kenal strika juga sepatu bibos ( kami menyebutnya sepatu vampir padahal merk big boss). Dia slalu menduduki peringkat 1 dikelas dan belum pernah terkalahkan hingga suatu ketika Aku harus berpisah dengannya kelas 5 SD karena dia pindah sekolah mengikuti orang tuanya. Aku sedih, kecewa saat kehilangannya. Aku tak pernah mendapat kabar sedikitpun tentangnya hingga suatu hari hari aku mendapat surat darinya melalui temanku, Bakti, yang juga teman sekelas sekaligus tetangganya dulu. Senang sekali, bahagia akhirnya aku bisa bersua kabar denganya, sejak saat itu kami saling bertukar surat menceritakan keadaan masing-masing bagaimana dia kecewa dengan nilai rapornya yang turun, teman-temannya yang sulit dikalahkan karena pintar ternyata dia pindah di SD Payaman 2. Suatu hari ketika sedang piket, sepucuk surat berprangko dibawa penjaga sekolah kepadaku, ternyata pengirimnya Ika Wijayanti, temanku. Aku senang sekaligus berdebar-debar karena inilah pertama kalinya dalam hidupku mendapatkan surat lewat pos. Dia memilih melalui pos supaya tidak diketahui dan dibaca orang lain selain itu tetap bisa berhubungan meskipun sudah lulus. Cerdas sekali!. Karena lewat kantor pos itulah aku tak pernah membalas suratnya hingga saat ini 13 tahun lamanya. Sungguh di dasar hatiku yang paling dalam, aku sangat rindu dan pengen bertemu dengannya seperti apakah dia, masihkah seperti dulu yang cantik dan ramah. Smoga. Lewat kisah di facebook ini, aku ingin mencari teman lamaku namanya Ika Wijayanti dulu dia sekolah di SD Payaman 2, bagi teman-teman yang mengenalnya atau dek Ika yang membaca tulisan ini, tolong hubungi aku.
Temanggung, 180911
*diambil dari FB ulufi khasanah hasyim

Catatan ke-4 Kisi Hati oleh Ulufi Khasanah Hasyim*

"Apakah Kau masih mencintainya?'' pertanyaannya terasa menohokku jauh ke dasar hati. Kerongkonganku tercekat, otot-otot di tubuh terasa dilolosi satu persatu. Hatiku bergemuruh menahan debar jantung yang kian tak menentu. Keringat dinginlah yang akhirnya menjadi wakil dari semua kegelisahanku hingga bola mataku sedikit berair, kucoba menahannya dengan kedip-kedipan agar tak jatuh bahkan menganak sungai. Sungguh, pertanyaan itu adalah pertanyaan retoris.

"Mengapa Kau bertanya seperti itu?" kataku akhirnya, lega rasanya bisa mengucakan kata itu setelah beberapa saat kami terdiam bisu dalam pikiran dan perasaan masing-masing yang tengah berkecamuk. Lelaki disampingku itu menghela nafas panjang. Dalam. Dan berat kurasakan.

"Bukankah Kau cukup dewasa untuk mengetahui apa yang ada dalam mata, hati dan perasaanmu tanpa harus Aku katakan?" untuk kesekian kalinya perkataan telak itu ditujukan padaku dengan caranya yang khas. Beberapa detik kemudian, orang yang kucintai itu menatapku dan membuang muka kemudian melangkah pergi meninggalkan ku sendiri dalam sepi. Aku sengaja tak mencegahnya, kubiarkan perasaanku dan perasaannya berkelana ke alam masing-masing tanpa sedikitpun Aku mengusikny.

Sungguh tak bisa...
Ku mengganti dirimu
dengan dirinya
Sungguh tak sanggup...
Aku berpaling darimu
Sungguh tak bisa
kumencintainya tuk melupakanmu

by Ungu 'Untukmu Selamanya'

180111 07:30

*tulisan ini saya ambil dari fb saya yang lama, ini adalah tulisan saya an ulufi khasanah

Pasar Kranggan





                                                          ini semua hanya Rp 8000



pukis, onde-onde ketan


murah meriah, itu semua, bisa didapat dengan Rp 9500 


suasana pasar 

Tahun baru, pagi-pagi belanja di pasar kranggan. Sepi menurut saya. Pasar yang berjarak 3 km di desaku ini merupakan pasar yang menjadi pertemuan antar pedagang di Temanggung. Jadi, di pasar inilah, semua “bakul-bakul” (pedagang besar) membeli bahan-bahan dari petani. Aku masih ingat, ketika masih kecil, Ya Allah, penuh sesak banget, sampe g bisa ngelihat emak saat itu. Pengen cepat-cepat pulang. Padahal saat itu emak lagi jualan hasil sawah. Ulufi kecil pengen segera pulang. Sumpek lihat orang banyak, rame dan masih pagi buta. Pasar Kranggan menurutku tidak terlalu besar, namun keramaiannya mengalahkan pasar yang lain. Apalagi ketika “prepegan dan dino pasaran” apa ya bahasa yang enaknya? Bingung. Rasanya, semua orang ke pasar, dan apa yang dijual, pasti laku. Pasar Kranggan, ada dua tempat. Kalau dulu, yang aku ceritakan itu, masih 1 tempat  sehingga ramai banget. Sekarang dipecah menjadi 2. Jadi yang atas buka dari pagi buta, sampai sekitar jam 9nan, sedangkan yang bawah, sampai sore. Kalau teman-teman ingin mendapatkan sayur-sayuran yang masih hijau, segar dan bagus, maka ke pasar Kranggan yang atas. Dijamin. Murah.
Bersama dengan emak, saya menyusuri pasar kranggan yang g terlalu luas. Akhirnya dapet deh rujakan, kue pukis, onde-onde ketan, dan aneka sayur plus ikan asin.

Nah, tertarik ke pasar ini? Ayoookkkkk 

Rujak


Entah beberapa hari ini saya pengen banget makan rujak. Alhasil, setelah bimbingan KKN, saya mencari tukang rujak untuk memenuhi hasrat saya. Bukan namanya ulufi kalau g lihat cara bikinnya. Oh, gitu. Sepertinya saya bisa! Dengan tujuh ribu, saya sudah bisa makan rujak yang enak. Hemmmmm, lezat.
Esok harinya, kebetulan saya pulkam, jadi sekalian ke pasar saja nyari berbagai hal. Siapa tahu bisa dapat ide nyari tulisan dan bisa berbagi dikit dengan teman semua.
Bahan-bahan
1.   Bengkoang  1
2.   Mentimun 1
3.   Nanas muda 1/2
4.   Kedondong 2
Bahan bumbu
1.   2 sdm kacang tanah goreng
2.   Gula merah setengah genggam
3.   Asam jawa 2 sdm
4.   Terasi ½ sdm
5.   Garam secukupnya
6.   Cabe terserah
Cara membuatnya:
1.   Bahan-bahan buah dikupas dan diserut agar berbentuk kecil
2.   Semua bumbu diulek sampe halus kecuali asam, dilarutkan di air hangat. Nah, larutan air asamnya yang dipakai.
3.   Campur buah dan bumbu
4.   Sajikan. Enak, seger, pedes, asem, manis pokoknya

Bahan dan bumbu, bisa dimodifasikan, terserah teman-teman sesuai dengan selera. 

Membuat Bakso Ayam


Sebenarnya, ini percobaan saya  yang ketiga, bagaimana membuat bakso. Lumayan berhasil tapi belum berhasil. Lihat resep di youtube, internet dan saya modifikasi dengan bahan seadanya. Percobaan yang 1 aneh, keras, bahkan belum matang. Hehehehhehehe. Yang kedua, aneh juga, dan asin. Hihihihhihih. Setelah saya selidiki, ternyata saya tidak memakai telur sehingga hasilnya keras. Tahu kan sifat tepung kanji itu seperti apa. Ya gitu deh.
Dan yang kemarin, saya coba dengan ditambah telur pada adonan bakso. Hasilnya, lumayan enak walau g bisa bentuk bulat dan g asin. Tapi kata teman saya, enak. Wkwkwkkwkkwkw....
Bahan-bahannya
1.   Daging ayam giling
2.   Telur
3.   Tepung kanji
4.   Bawang putih
5.   Merica
6.   Garam
Mohon maaf, itu ukurannya tidak saya cantumkan karena saya juga mengira-ira. Saya memang suka mengira-ira. Yang penting bisa dibentuk saja. Kalau kemarin, menurut perkiraan saya, daging gilingnya seperempat kg daging ayam, 3 sendok makan tepung kanji, telur g ada satu butir. Bawang putih satu setengah biji, garam dan merica secukupnya.
Cara membuat:
1.   Campur daging giling, telur dan tepung kanji, uleni sampe bisa dibentuk, tambahkan garam, merica dan tumbukan bawang putih
2.   Bentuk bullat seperti bikin bakso
3.   Siapkan air mendidih, masukkan bakso, angkat ketika bakso sudah mengapung
4.   Bakso siap dimasak

Gimana? Simpel kan? Sebenarnya bisa dikreasikan. Saya hanya membuat yang sederhana saja. Maklum, anak kos, jadi bahan yang ada yang dibuat. 

Nasi Goreng Terasi


Menu makan pagi saya hari ini adalah nasi goreng terasi. Sebenarnya saya malas untuk keluar mencari bahan untuk makan. Bikin apa ya yang enak?
Ada nasi kemarin sore, ada terasi, ada telur sisa bikin bakso. Ada bakso bikinan saya (asli, ini bikinan saya yang g bulat, soalnya g bisa bikin bulat, cara saya aneh bikin baksonya sehingga g bisa bulat, hehehehhe)
Siapkan bahannya
1.   1 biji bawang merah
2.   1 biji bawang putih
3.   1 biji cabe (jangan ketawa ya, saya g begitu suka pedas, jadi satu saja)
4.   Nasi 1x makan
5.   Bakso 5 biji
6.   Kecap 2sdm
7.   Minyak 1,5 sdm
8.   Terasi setengah bungkus
9.   Telus
10.               Garam
11.               Gula
Cara membuat
1.   Iris bawang putih, merah dan cabe
2.   Panaskan minyak, masukkan bahan no 1 sampe bau harum
3.   Masukkan bakso, telur, orak arik
4.   Masukkan terasi, goreng hingga agak kering sekaligus dihaluskan sampe hancur, masukkan garam, gula
5.   Masukkan nasi, aduk rata. Perhatikan nyala api. Jangan sampe apinya besar. Sedang saja
6.   Beri kecap, aduk rata
7.   Sajikan

Simple kan? G ada 15 menit, nasi sudah siap. Dimakan dengan lalapan juga enak. Monggo terserah