Rabu, 16 Maret 2016

Tentang Raditya Dika

Suka baca bukunya Raditya Dika? Yang suka acungkan tangan. Sama. Hehehehe.
Siapa yang g kenal sama bintang komedi yang satu ini. Selain sebagai komedian, beliau juga penulis buku loh! Karena saya lebih suka buku ketimbang nonton film, maka saya akan menceritakan mengapa suka karya beliau. Buku-bukunya antara lain Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Marmot Merah Jambu, Koala Kumal, Manusia Setengah Salmon dan Malam Minggu Miko. Ada beberapa karya dalam bukunya yang difilmkan namun buat saya, bukunya lebih menarik. Entah kenapa ya, kalau ada novel, cerpen diadaptasi ke film, saya g suka. Karena berbeda. Ada yang ditambah dan dikurangi. Ekspetasi saya menjadi aneh, imajinasi saya dan sutradara berbeda. Apalagi kalau bintang fimnya g sesuai, ditambah spirit, amanat, dan “sesuatu” yang ada dalam buku yang seharusnya ditampilkan, malah enggak. Itu membuat saya tidak dapat feelnya. Haduh, bikin saya g terima. Hiks. Tapi sebaliknya. Ada beberapa yang suka. Itu karena mereka lebih suka nonton film ketimbang membaca.
Saya suka tulisan Radiya Dika. Menurut saya nih, tulisan beliau itu ringan, mudah dicerna, pakai bahasa gaul, namun bisa membuat saya penasaran jalan ceritanya. Tak terduga, ga bikin bingung, dan gayanya yang saya suka. Susah loh, bikin cerita lucu itu. Apalagi yang bikin ketawa banyak orang. Wong kita sendiri cerita ke orang, kita nganggepnya lucu, eh, yang diceritain malah berkerut g paham. Yang tadinya lucu jadi malah garing. Apalagi dalam bentukk tulisan. Sumpah itu, Raditya Dika bikin ngakak. Saya sampai megangin perut nahan tawa. Teman saya juga ketularan suka sama Raditya Dika. Ceritanya tentang kesialan-kesialan, kasihan-kasihan, nyebelin, gemes.
Ada beberapa orang yang tidak suka dengan cara dia bercerita dan gaya tulisannnya. Namun saya sedikit berbeda. Entah kenapa, sejak pertama kali baca, langsung suka, berburu mencari buku-bukunya dan ketagihan. Yah, walaupun cuma pinjam di teman atau perpus. Kalau dilihat dari segi amanat, masih kurang soalnya yang diceritakan kekonyolan, ketololan, kebodohan, ketelodoran, ketidaktahuan, kesialan dan hal-hal yang ujung-ujungnya dia g beruntung.
Saya mengambilnya bagian ini. Dengan keluguan, kekonyolannya, cerita yang biasa saja jadi istimewa karena penyajiannya. Ibarat makanan nih, makanannya sih biasa saja, namun cara menyajikannya berbeda, maka orang akan penasaran mencobanya. Contoh: pisang goreng. Kalau hanya pisang goreng  mah, tidak banyak yang tertarik. Tapi coba lihat, kalau pisang gorengnya dikasih coklat, susu, dan atasnya dikasih parutan keju. Hemmm…yummy.
Balik ke tulisannya Raditya Dika. Kisahnya biasa saja, tentang kehidupan sehari-hari. Tapi cara menggambarkannya, apalagi dengan tulisan. Wah, itu susah. Bikin orang tertawa dengan tulisan kita apalagi sampe pegangin perut. Keren banget. Kita mungkin bisa membuat orang lain tertawa dengan cerita kita ketika berbicara, namun akan sangat kesulitan ketika menuangkan dalam tulisan. Itulah yang saya suka. Apalagi, cerita itu berkaitan atau si penulis mangalami sendiri. Itu lebih bagus. Dan tentu saja g garing. Yah, walaupun ada jeleknya juga. Kenapa? Dia selalu menceritakan kejombloan dan pacar-pacarnya. Kayaknya jomblo itu ngenes banget. Ni nih, bagi yang jomblo kayaknya cocok untuk bahan refresing. Hehehehe….dijamin, ngakak guling-guling.

Selasa, 15 Maret 2016

Kok Bisa? Kritik Buat INDOSAT


Assalamualaikum wr.wb
Saya pelanggan INDOSAT dengan nomor 085743613***.  Saya mengisi pulsa lima ribu pagi, kira-kira pukul 06:00 karena masa aktif pulsa tinggal hari itu yaitu tanggal 29 Februari 2016. Dan Alhamdulillah masuk. Kemudian saya cek pulsa, disitu tertulis, pulsa utama 5.507. Aktif sampai tanggal 7 maret 2016 bla….bla…bla…
Hingga, saya terkejut ketika mengecek pulsa sekitar pukul 11. Pulsa saya tinggal 507, masa aktifnya kembali ke asal yaitu tanggal 29 Februari. Saya bingung, kok bisa? Pulsa yang tadi saya beli g masuk. Padahal saya benar-benar lihat, ada nomor SN nya juga. Sayangnya, setelah pulsa masuk, saya hapus SN dari konter dimana saya membeli pulsa, yaitu saya sendiri (karena saya jualan pulsa). Dan untuk membuktikan bahwa pulsa saya masuk tapi saldo dan masa aktif saya tetap, saya mencoba kirim ulang membeli pulsa lagi dengan jumlah dan no sama. Jawabannya adalah transaksi sudah pernah terjadi ke nomor 085743613***, 29 Februari 2016 SUKSES SN 16934709977. Ini bukti bahwa tadi telah terjadi transaksi sebesar 5.550 ke nomor saya. Dan, saya tahu, ketika kita membeli pulsa ditempat, nominal dan nomor yang sama, tidak akan bisa masuk lagi (operator sananya udah g respon) kecuali nominal beda.
Untuk membuktikan kembali omongan saya, saya mencoba mengecek saldo pulsa. Tadi, ketika saya beli pulsa, saldonya 65.900. Pagi ini, selain saya, ada Fatiha yang beli pulsa, harganya 5.550 untuk pulsa INDOSAT, dan saldonya tinggal 54.800. Kalau misalnya pulsa saya tidak masuk, maka saldo yang ada seharusnya tinggal 60.350, tapi saldo saya masih 54.800. Ini berarti, ada 5.550 yang hilang. Dan itu adalah pulsa yang tadi saya beli.
Bagaimana ini bisa terjadi, siapa yang mengambil pulsa saya? Saya tidak habis pikir. Teman saya bilang ”Kok bisa?” ada juga yang bilang “Udah diikhlasin saja”. “Iya sih mbak” jawab saya
Ada banyak hal yang bisa saya ambil dari kejadian ini
1.      Saya kurang sedekah
2.      Itu adalah cara Allah mengingatkan saya.
3.      Allah menguji keikhlasan saya
4.      Saya harus berbagi dengan saudara saya yang lain, dalam hal ini adalah membeli pulsa di tempat yang lain, untuk mencegah no HP saya tidak aktif. Kalaupun mau membeli pulsa di tempat saya, maka nominalnya harus berbeda, karena tidak bisa kalau no, nominalnya sama, seperti yang tadi sudah saya jelaskan.
5.      Jangan menghapus laporan pulsa masuk sebelum berganti hari.
6.      Ada banyak cara untuk menipu, jadi harus waspada
7.      Tidak mengecewakan pelanggan
Dan…secara mengejutkan lagi, dua hari kemudian, ada pemberitahuan dari INDOSAT yang mengatakan bahwa pulsa saya telah bertambah. Dan benar, memang pulsa saya bertambah tapi masa aktifnya tidak bertambah. Kecewa, pasti. Karena tujuan saya membeli pulsa bukan agar pulsa bertambah namun untuk mengaktifkan no HP. Tapi sudahlah, ada banyak hal yang harus  saya pikirkan daripada memikirkan hal yang sepele. Betul g?

Wa’alaikumsalam wr. wb

Senin, 14 Maret 2016

Alchemistnya Paulo Celho

Pertama kali dengar kata alchemist pikiran saya langsung kepada sesuatu yang berbau kimia. Dan saya salah besar, ketika membaca Alchemistnya Paul Coelho. Kirain beliau itu bereksperimen di laboratorium karena seorang ahli kimia. Ternyata tidakkkkkkkkk. Bingung saya. Ada beberapa kalimatnya yang akan saya share pada teman-teman.
“Jangan pernah berhenti bermimpi”
Jika kamu menginginkan sesuatu, segenap alam semesta akan membantumu mencapainya. Ini sama kayak hukum The Law of Attraction, itu saya dapatkan ketika membaca alchemistnya Paulo Celho. Sebenarnya saya  sudah lama mendengar nama penulis buku ini, emang terkenal banget, tapi lebih tertarik ketika mentor saya, ustadz Denis di lembaga Training Jan menyebutkannya ketika saat itu sesi kepenulisan. Sempat tanya teman, katanya bagus apalagi versi inggrisnya. Gubrak deh! Pengen sebenarnya buat baca versi aslinya, tapi kalau harus berbahasa inggris, hehehe nanti dulu. Iseng nyari-nyari versi indonesianya. Ternyata, hemmm….pertama kali pusing. Ini apa? G nyambung tapi lama-lama bisa lebih nyaman. emang sih ada banyak metafor-metafor yang digunakan tapi g akan terganggu kok. Banyak kata-kata bijak yang itu sesuai dengan kehidupan kita. Ini saya catat kalimat-kalimat penting dalam buku itu ditambah dengan beberapa kalimat yang saya temukan dari beberapa kajian yang saya ikuti.
“orang tidak perlu takut pada hal yang tak dikenal bila mereka sanggup meraih apa yang mereka butuhkan dan inginkan”

"Kita takut kehilangan apa yang kita miliki, entah itu hidup kita ataupun barang-barang dan tanah kita. Tapi ketakutan ini lenyap saat kita memahami bahwa kisah
hidup kita dan sejarah dunia ini ditulis oleh tangan yang sama." Aku suka dengan kalimat ini. Sungguh mak jleb!

Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Semuanya mungkin. Tetapi kesempatan lingkungan harus bisa mendukung. Kita mempunyai keterbatasan, jangan mudah menyerah. Perbedaan pelaku dan pemimpi adalah Pemimpi mmilki cita-cita tinggi namun tidak mau mmbayar mimpi-mimpinya sedangkan pelaku  bisa mmbayar mahal untuk keinginannya

Katakan pada hatimu bahwa takut menderita itu lebih buruk daripada menderita itu sendiri. Dan bahwa tidak ada hati yang pernah menderita saat ia mengejar mimpi-mimpinya, karena setiap detik dari pencarian itu adalah detik perjumpaan dengan Tuhan dan dengan keabadian.

Setiap detik dari pencarian adalah suatu perjumpaan dengan Tuhan," kata si bocah pada hatinya. "Jika aku sungguh-sungguh mencari hartaku, hari-hari akan menjadi bercahaya, karena aku tahu bahwa setiap jam adalah bagian dari mimpi yang akan kuraih. Jika aku sungguh-sungguh mencari hartaku, di sepanjang jalannya aku juga menemukan hal-hal yang tak pernah kulihat lantaran aku tak berani mencoba hal-hal yang tampak mustahil dicapai oleh seorang gembala.

Setiap pencarian dimulai dengan kemujuran pemula. Dan setiap pencarian berakhir dengan kemenangan yang telah melewati ujian yang berat. Yang masih perlu kau ketahui adalah: sebelum sebuah mimpi terwujud, Jiwa Buana menguji semua yang telah dipelajari di sepanjang perjalanan. Ia melakukan hal ini bukan karena ia jahat, tapi supaya kita mampu --sebagai tambahan untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita—menguasai pelajaran-pelajaran yang kita tekuni saat kita bergerak menuju mimpi itu. Itulah titik saat kebanyakan orang menyerah. Itulah titik saat, seperti yang kami ucapkan dalam bahasa gurun, orang mati kehausan ketika pohon-pohon palem sudah terlihat di cakrawala.

Bila seseorang menjalani Legenda Pribadinya, dia tahu semua yang perlu dia ketahui. Hanya ada satu hal yang membuat mimpi tak mungkin diraih: perasaan takut gagal

Recommended buku ini. Ayok yang belum baca buruan baca!

Minggu, 13 Maret 2016

Pilih Mana?


Dulu, membayangkan bahwa anak kuliahan yang bernama sarjana itu sangat hebat, pintar, pandai membagi waktu antar kegiatan dan organisasi. Tapi ternyata, tidak semua. Saya  menemukan beberapa tipe mahasiswa. Ada yang peduli dengan nilai dan kuliah, ada yang acuh tak acuh, ada yang lebih mementingkan organisasi daripada kegiatan kuliahnya sampai-sampai kuliah molor beberapa tahun. Saya terkejut dengan ungkapan seorang yang say temui di angkot “ saya tidak mau kuliah karena trauma, Pak Lek saya kuliah selama delapan tahun”. Glek! batin saya miris. Memang, saya akui, dan saya memilki  teman yang baru saja selesai kulisah pdahal itu sudah 7 tahun. Apa yang membuat mereka tidak cepat selesai? Meminjam istilah teman, mahasiswa abadi. Entahlah. Tapi dari beberapa hal, ada yang akan saya sampaikan.
1.      Sibuk berorganisasi
2.      Skripsi g selesai-selesai. Bisa jadi malas ngerjainnya. Pernah mendengar seorang kakak tingkat berkata bahwa kalau skripsi itu harus cepat dikerjakan, apalagi masih banyak teman. Kalau teman-teman seangkatan udah pada lulus, malas ngerjain lagi.
3.      Sibuk. Bisa bekerja, menikah atau hal yang lainnya

Nah, pilih mana teman-teman? Semoga kita g seperti itu ya….semuanya kembali ke diri masing-masing. Ada jug kok yang sukses. Organisasi jalan, skripsi oke, tepat waktu, kerja, nikah, semuanya berjalan sesuai target. Semangat pagi!!!

TIPE MAHASISWA


Saya bukan pengamat yang baik tapi setidaknya sedang menjadi mahasiswa angkatan tua hehehe... Jadi sedikit tahu saja. Amatan ini berdasarkan semesternya ya kawan-kawan, silahkan teman-teman boleh tidak setuju dengan pendapat saya. Langsung saja…cekidot
1.                  Tahun pertama: mahasiswa semester ini masih unyu-unyu, bingung, shock bahasanya. Bertanya-tanya. “Loh, kok beda dengan dulu waktu SMA?” Kuliah banyak waktu kosong, nganggur, jadi muncul galau. Selain itu, temannya hanya itu-ituu….saja, kemana-mana nge geng. Karena waktu yang banyak, longgar, cepat bikin bosen. Akhirnya pencarian teman-teman yang mungkin agak-agak mirip teman SMA masih mereka lakukan. Istilah saya, ini masa mencari korban, ni mana teman yang asyik, gaul, yang bisa diajak kemana-mana atau bagi yang agak pendiam, menyendiri, introvert juga nyari yang sekomunitaslah, dan hebatnya, ada juga yang ga bisa diam alias selalu bergerak, nyari komunitas, organisasi, ikut kajian-kajian  dan segala hal yang bikin mereka sibuk. Akibatnya  membuat mereka gampang dibujuk buat ikut kegiatan yang bermacam-macam, bahkan ada yang berbahaya.
“Ikut ini yuk, ntar kita bla…bla…bla…”
 “Ga punya motor gampang, aku jemput….”
Di masa inilah kudu waspada, karena masih bingung, terombang ambing, jadi gampang kebujuk. Ada yang ikut banyak organisasi, dengan harapan banyak teman, koneksi, sampai mencari pengalaman. Bukan hanya satu organisasi bahkan ada yang lima. Hehehe…itu bikin saya tepuk jidat. Pas wawancara ditanya “Berapa organisasi yang kamu ikuti” tanya kakak senior
“Lima kak…”
Itu kakak-kakak cuma senyum. Giliran dapat pertanyaan gini
“Terus, gimana cara kamu membagi waktu antara kuliah dengan lima organisasi yang kamu ikuti?”
Hehehehe….bingung. Masih belum menguasai medan sih menurut saya. Di tahun ini juga masih nyari tempat-tempat yang asyik, jalan-jalan dan sebagainya. Selain itu semester ini juga muncul pertanyaan
“Bener g sih, aku kuliah di sini, jurusan ini pula?”
“Kok beda ya harapan dan keinginan?”
 Ada muncul pengen pindah jurusan, pindah kampus. Hhhhhhhhh….stress tingkat akut. Sampai ada yang sakit parah. Hal ini berlanjut ke semester tiga. Urusan akademik, juga masih serius banget. Harus IPK tinggi, cumload dan belajar juga serius. Tapi masih malu-malu kalau dalam kelas buat bertanya, tapi ga semua sih. Bahkan ada yang nanya terus. Emang belum paham atau mau nyari nilai? Kan ada tuh dosen yang bikin kuis, mahasiswa yang tanya waktu presentasi nyebutin NIM, ntar nilainya bakalan bagus. Banyak juga kok yang tanya karena emang bener-bener enggak paham karena pembelajarannya berbeda dengan SMA. Menurut saya memang ketika kuliah sedikit sekali dijelaskan, tidak sampai ke akar-akarnya (ini bahasa filsafat). Intinya, di semester ini masih bingung mau ngapain, ikut banyak kegiatan, bahkan yang tidak ikut apa-apa juga ada istilahnya mahasiswa kupu-kupu dan juga ada yang bikin rencana-rencana (mahasiswa ini lah yang tahu kedudukannya sebagai mahasiswa) lihat sikon, kayak apa sih kampus itu, setelah tahu, ntar bakalan mengejutkan apa yang dikerjakan. Jadi bikin konsep, peta, maping gambaran kampus habis itu action di semester berikutnya.  Semuanya terserah teman-teman….
2.    Tahun kedua
Menurut saya ini tahun bandel-bandelnya mahasiswa, ada dua, bandel yang bagus (loh!) dan tidak bagus. Maksudnya gini. Di semester ini, anak organisasi, biasanya lagi semangat semangatnya buat meramaikan atau memajukan organisasinya. Akademik, tunggu dulu, kan kemarin udah cumload jadi gapapa kali agak bandel, hehehehe….kuliah males, ngerjain tugas males juga, belajar pas ujian doang, nyari bahan buat ujian H-1 sebelum ujian, sms sana sini “Punya soal-soal ga? Tahun lalu?”
“Open book atau close book ya?” Hehehehehe….habis itu mati lampu, laptop hebis baterai, tempat print tutup. Komplit penderitaannya. Hahahaha.
3.    Tahun ketiga
Ini udah dibilang semester tua.
“Angkatan berapa mb?”
“Ehm, kasih tau ga ya?”
“Kira-kira angkatan berapa?”
 Ini biasanya pertanyaan yang sering ditanya teman-teman ketika ketemu dengan anak-anak yang masih baru. Dan…teman-teman angkatan tua jawabnya yang no 1, 2. Bener ga?
Di semester ini anak organisasi banyak yang udah bosen, ngilang-ngilang, udah g feel istilahnya. Entah napa. Kuliah agak rajin, bahkan ada yang ngaku kangen kuliah, namun tetap banyak juga yang masih pengen kosong terus. Fokus. Menurut saya disemester ini, mahasiswa banyak yang nyari pengalaman baru, ada yang kerja, ngajar, belajar bisnis, bahkan ada yang sudah nikah. Sampai-sampai ada guyonan.
 “Mahasiswa tingkat akhir ini udah ga fokus kuliah, fokusnya nyari jodoh”
Hahahaha. Intinya mereka udah bisa mikir masa depan, mau seperti apa sih aku ini?”
“Nikah sama siapa aku?”
“Mau jadi apa aku”
“Besok aku gini, gini dan gini”
 “Lanjut S2 atau nikah?”
Pada tahun ini juga, mahasiswa yang mengaktualisasi dirinya, atau nyari eksistensi, tapi dalam hal kebaikan ya….seperti kita tahu, dalam kebutuhan yang dikemukakan oleh Maslow itu, ketika yang awal (dasar) sudah terpenuhi, maka akan mencari yang paling akhir yaitu pengakuan/aktualisasi diri. Bisa dengan prestasi gemilang, mencari ilmu yang belum mereka kuasai, mencari judul-judul skripsi,  dan sebagainya. Pada intinya, mahasiswa semester ini  sudah fokus ke masa depan mereka, nyari bekal, pengalaman, ilmu untuk menguatkan eksistensi dan aktualisasi nya. Tapi tidak jarang juga yang masih bingung. Nah, loh!
4.    Tahun keempat
Dan yang pada tahun terakhir, kata kakak senior, mereka kangen kuliah, jalan bareng teman-teman, ngerjain tugas, ikut organisasi, karena pada tahun inilah mereka sudah harus keluar dari kampus. Nyari dunia yang “sesungguhnya” akan mereka diami (emang sekarang lagi di Planet Mars ya?). Ya ga gitu maksudnya, katanya, mahasiswa itu ketika sedang berada di kampus dunianya masih di laboratorium mini. Belum nyata, maksudnya. Mereka jarang bertemu, kumpul bareng teman karena sibuk skripsi, bimbingan. Ada sebuah kalimat dari kakak tingkat yang sekarang masih saya ingat, redaksinya saya ubah namun intinya  “Ikutlah organisasi ketika di semester awal, kalian tidak akan bisa mengikuti organisasi ketika di akhir semester, kalian akan sibuk dengan skripsi, tugas akhir” dan…perkataan itu benar adanya.
Well, itu tulisan hasil pengamatan saya yang jauh dari sempurna, bahkan mungkin teman-teman tidak setuju, tidak sependapat, namun setidaknya, saya sudah senang berbagi pengalaman dan belajar bagaimana menulis.


Kamis, 10 Maret 2016

Gerhana


Gerhana. Ada dua hal bagi saya. Pertama adalah sinetron kesayangan ketika masih anak-anak (dulu saya suka nonton sinetron, tapi sekarang, sama sekali g suka). Wah, acara yang selalu saya nanti-nanti. Ya ampun, sekarang Dina Lorenza pemain Bulan dalam sinetron ini sudah tua dan berjilbab. Walaupun sudah tua, tetapi, tetap cantik. Sebel dengan pemain Poltak yang diperankan oleh Ruhut Sitompul, menyebut dirinya si Poltak Raja Minyak dari Medan, yang mau dijodohkan dengan si Bulan. Kaya, namun sombong. Tentu saja aktor ganteng Pierre Roland yang jadi pemenangnya. Dialah yang berperan menjadi Gerhana. Gerhana, yang sering dipanggil “Nana” ini pacarnya Bulan. Gerhana yang lahir pada waktu gerhana bulan memiliki kekuatan supranatural untuk membantu menolong orang lain.
Oke, kita tinggalkan sinetron jaman dulu kala.
Seperti kita ketahui, pada waktu belajar IPA, jaman SD dulu (soalnya yang paling nyantol SD, entah kenapa g tahu), Gerhana matahari terjadi ketika  posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Itu diapalin terus menerus. Gerhana matahari merupakan salah satu bentuk tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat agung. Dengan hal tersebut, kiranya membuat kita sadar, betapa kecil dan lemahnya manusia itu. Sebelum temuan sains tentang gerhana ini, orang-orang mengira bahwa gerhana itu terjadi karena matahari dimakan oleh raksasa, sehingg orang-orang harus memukul bunyi-bunyian untuk mengusir raksasa itu. Ehmmm…saya masih ingat, ketika tetangga saya yang baru saja mengandung beberapa bulan, harus dibanca’I (dislameti) apa ya bahasa indonesianya? Ehmmm…membuat syukuran gitu, agar bayinya selamat dan tidak hilang. Lucu ya.
"Telah terjadi gerhana Matahari pada hari wafatnya Ibrahim putra Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Berkatalah manusia: Telah terjadi gerhana Matahari karana wafatnya Ibrahim. Maka bersabdalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam "Bahwasanya Matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah”. Allah mempertakutkan hamba-hambaNya dengan keduanya. Matahari gerhana, bukanlah kerana matinya seseorang atau lahirnya. Maka apabila kamu melihat yang demikian, maka hendaklah kamu salat dan berdoa sehingga selesai gerhana." (HR. Bukhari & Muslim)
Kematian putra Nabi, Ibrahim bertepatan gerhana matahari. Orang-orang kafir senang karena mendapat bahan untuk olok-olokan, padahal gerhana itu merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.
Sebagai seorang mukmin, ketika terjadi gerhana matahari, kita dianjurkan untuk sholat kusuf dua rakaat dilanjutkan dengan khotbah.
Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, pasti terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang- orang yang bertakwa (QS:Yunus 5).




Haduhhhhh, please deh Fi,

Ujian Tengah Semester sepuluh menit lagi akan berlangsung. Aku segera mengeluarkan motor dari parkiran. Maklum, karena parkiran sempit, berdesak-desakan dengan motor yang lain, memang harus ekstra sabar untuk mengeluarkannya. Belum lagi nanti harus neriakin teman-teman yang parkirnya sembarangan, dikunci lagi. Itu yang kadang bikin agak emosi gitu. Selain itu juga harus dipanasin agar g macet ketika dipakai. Setelah dipanasin barang sejenak, aku sudah bersiap-siap untuk berangkat ujian. Kuperiksa kembali tas, bolfoin, harus double agar tidak ada sesuatu yang tidak diinginkan, beres. HP, beres.  Kartu ujian, beres. Semuanya beres. Rasa-rasanya panas, deg-degan dan waktu berjalan sangat cepat. Perasaan bedakku sudah dari tadi luntur deh. Berkeringat. Bismillahirrahmanirrahim, setelah membaca doa, langsung tancap gas berangkat kuliah dengan kecepatan agak super.  Namun, ketika sudah sampai di Kommi (sekreatariat HMI) kok ada yang aneh denganku, ada sesuatu yang kurang, ganjil. Perasaan tadi udak ok, udah aku periksa. Hemmm…kulihat semua badan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dan…. Alamak!!! Aku pakai sandal!! Sandal kuning kesayangan itu masih saja aku pakai! Ya ampun!!! Pantesan beda, dan rasanya sejuk-sejuk gitu, ternyata g pakai sepatu. Aduh, takut telat. Kan ini ujian to, akhirnya aku balik. Untung belum sampai di kampus. Ngos-ngosan juga sih. Kayaknya kebiasaan deh, soalnya ubin tempat kosku tu agak licin, atau sepatuku ya? G tahu, pokoknya, ketika aku mengeluarkan motor, harus lebih hati-hati, lebih ditekan gitu agar g jatuh. Nah, biasanya, aku selalu pakai sandal terlebih dahulu. Baru setelah motor keluar, dipanasin, baru aku ganti sepatu. Tapi kali ini aku lupa, terbawa sampai mau ngampus nih sandal.

Tapi, maaf ya sandal, kamu belum diijinkan buat ikutan ngerjain tugas. Maafin aku yah…